History
Sejarah terbentuknya Bank Sampah Banjaran Hilir
Sekitar akhir bulan Agustus 2019, selepas shalat Dzuhur berjamaah, Kami 5 (lima) orang pemuda Banjaran Hilir diantaranya Gelar S. Ramdhani, Agus Abdul Syukur, Ari Riyandi, Kiki Aiman Malik, dan Toni Adam Purnama ngobrol santai di serambi Mesjid Nurul Muslimin Banjaran Hilir. Awalnya kami ngobrol ringan seputar kehidupan sehari-hari, kemudian obrolan menjadi lebih seru ketika kami membahas seputar permasalahan yang ada di kampung kami (Banjaran Hilir), banyak sekali permasalahan yang kami bahas, namun yang paling kami soroti adalah keresahan kami melihat kondisi lingkungan kampung Banjaran Hilir yang sudah tidak asri lagi seperti dulu saat kami kecil.
Dulu sungai-sungai yang ada di Banjaran Hilir, seperti Cisempong dan Cipamintar sangat bersih dan asri. Kalau sore hari atau hari libur sekolah kami sangat senang main di pinggir sungai, sambil ngaliwet (masak nasi liwet), mancing, bahkan sering banget kami mandi di sungai!.
Bagaimana dengan sekarang? Jangankan mandi atau ngaliwet di sekitar sungai, untuk sekedar main saja (jujur) kami sudah malas! Kenapa? Sekarang sungai-sungai di Banjaran Hilir sudah dipenuhi banyak sekali sampah, mulai dari sampah rumah tangga, limbah industri rumah tangga, bahkan tak jarang ada yang membuang perabotan rumah tangga bekas ukuran besar seperti kasur, ranjang, kursi sofa, lemari, dan lain sebagainya. Kemudian menurut hasil observasi yang kami lakukan, jenis sampah yang paling banyak di sungai Cisempong dan Cipamintar adalah sampah plastik (anorganik).
![]() |
| Kondisi sungai Cipamintar penuh sampah foto diambil 3 November 2019 (sumber gambar: Gelar S. Ramdhani) |
Ada beberapa faktor penyebab, kenapa saat ini sungai-sungai di Banjaran Hilir banyak sampah?, diantaranya:
- Menurut hasil investigasi yang kami lakukan, ternyata oknum masyarakat yang membuang sampah ke sungai Cipamintar dan Cisempong bukan hanya oknum masyarakat dari kampung Banjaran Hilir saja, tapi banyak juga oknum masyarakat dari kampung lain yang membuang sampah ke sungai Cipamintar dan Cisempong. Sampah yang dibuang sembarangan di daerah hulu, kemudian terbawa arus sungai hingga sampai di kampung Banjaran Hilir;
- Kami melakukan diskusi dengan beberapa masyarakat Banjaran Hilir, termasuk dengan Bapak Eye (Kadus Banjaran Hilir), kami ingin tahu alasan kenapa masih banyak oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan (termasuk ke sungai)?, sebagian jawaban masyarakat "kami bingung, harus kemana membuang sampah?".
Secara garis besar kami dapat menyimpulkan bahwa, pertama masyarakat membutuhkan sarana atau lokasi "membuang" sampah, kemudian yang kedua masyarakat membutuhkan sebuah kegiatan atau program inovatif yang baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah.
Akhirnya kami pemuda Banjaran Hilir sepakat memilih Bank Sampah sebagai solusi permasalahan lingkungan (sampah) di Banjaran Hilir. Kenapa Bank Sampah dipilih sebagai solusi?
- Mudah dilaksanakan, banyak sekali informasi atau ilmu terkait manajemen Bank Sampah;
- Konsep kerja Bank Sampah sesuai dengan kondisi sosiokultural masyarakat kampung Banjaran Hilir;
- Kami yakin dengan hadirnya Bank Sampah di Banjaran Hilir, akan mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum masyarakat, khususnya sampah plastik (anorganik);
- Selain akan berdampak pada lingkungan, hadirnya Bank Sampah juga akan berdampak pada ekonomi masyarakat, karena masyarakat akan mendapatkan penghasilan atau keuntungan dari menabung sampah;
- Baik secara langsung maupun tidak langsung, hadirnya Bank Sampah di Banjaran Hilir akan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah;
- Bank Sampah bisa juga menjadi tempat belajar bagi anak-anak;
- Apabila Bank Sampah Banjaran Hilir berhasil, kami berharap akan ditiru oleh kampung atau desa lain di Kabupaten Majalengka. Sehingga permasalahan sampah di Kabupaten Majalengka sedikit demi sedikit teratasi.
![]() |
| Peserta kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis Bank Sampah Banjaran Hilir (sumber gambar: Kiki Aiman Malik) |
TAHAP PENIMBANGAN SAMPAH PERDANA
![]() |
| Kegiatan Penimbangan Sampah Perdana Bank Sampah Banjaran Hilir - Majalengka (sumber gambar: Kiki Aiman Malik) |
![]() |
| Wakil Bupati Majalengka bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Majalengka berkunjung ke Bank Sampah Banjaran Hilir (sumber gambar: setda.majalengkakab.go.id) |
![]() |
| Pada awal pendirian Bank Sampah Banjaran Hilir Kang Vilga BS Guvilli Pariwisata banyak memberikan dukungan kepada Bank Sampah Banjaran Hilir (sumber gambar: Gelar S. Ramdhani) |




